Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img
spot_img

Ledakan Tungku PT KPSS Disorot, Ahli K3 Minta Dugaan Kelalaian Diusut Secara Transparan

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua pekerja menjadi korban, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), minimnya alat pelindung diri (APD), hingga tidak dilakukannya olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh dinilai harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum maupun instansi pengawas ketenagakerjaan.

Pemerhati K3 sekaligus Ahli K3 dan praktisi Human Resources (HR) dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Syuhada Wisastra, menilai kecelakaan kerja dengan tingkat keparahan seperti ini tidak boleh hanya dipandang sebagai musibah biasa, melainkan harus menjadi objek investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama (root cause) serta menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian.

- Advertisement -

Menurut Syuhada, dalam industri peleburan logam yang memiliki tingkat risiko tinggi, perusahaan wajib memastikan seluruh peralatan produksi berada dalam kondisi laik operasi melalui inspeksi berkala, preventive maintenance, hingga penggantian komponen yang telah melewati batas aman penggunaan.

Berita Lainnya  UBP Karawang Lepas Mahasiswa Magang BRIN dan Peserta SPARKS LLDIKTI Wilayah IV

“Apabila benar terdapat dugaan tungku peleburan sudah menipis akibat kurangnya perawatan, maka hal itu harus dibuktikan melalui investigasi teknis yang independen. Keselamatan pekerja tidak boleh dikompromikan demi mengejar target produksi atau efisiensi biaya,” tegas Syuhada kepada Onediginews.com, Selasa (4/8/2026).

Ia juga menyoroti dugaan pekerja yang hanya menggunakan helm proyek biasa dan pakaian katun tanpa perlengkapan khusus untuk pekerjaan bersuhu ekstrem. Menurutnya, pekerjaan di area peleburan baja memiliki standar APD yang jauh lebih tinggi dibanding pekerjaan konstruksi umum.

“Pada pekerjaan furnace atau tungku peleburan, pekerja semestinya menggunakan APD khusus tahan panas, seperti heat resistant suit, apron aluminized, face shield tahan panas, sarung tangan khusus, sepatu safety tahan temperatur tinggi, hingga pelindung wajah yang sesuai standar. Bila benar APD tersebut tidak tersedia atau tidak digunakan, maka hal itu harus menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan investigasi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Promo Kemerdekaan 17 Agustus di Wonderland Adventure, Tiket Mulai Rp81 Ribu

Syuhada menambahkan bahwa setiap kecelakaan kerja berat wajib dievaluasi secara menyeluruh, bukan hanya untuk menentukan tanggung jawab perusahaan terhadap korban, tetapi juga untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain aspek teknis, ia turut menyoroti informasi bahwa lokasi ledakan tidak dipasangi garis polisi dan tidak dilakukan olah TKP secara mendalam. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, maka kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pengumpulan fakta teknis yang dibutuhkan dalam investigasi.

“Pada kecelakaan kerja dengan korban luka berat, idealnya lokasi kejadian diamankan terlebih dahulu agar kondisi di lapangan tidak berubah sebelum proses investigasi selesai. Langkah tersebut penting untuk menjaga integritas barang bukti dan memudahkan analisis penyebab kecelakaan,” katanya.

Syuhada juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pekerja tidak berhenti pada pembiayaan pengobatan semata. Korban berhak memperoleh rehabilitasi medis, perlindungan ketenagakerjaan, pendampingan psikologis apabila diperlukan, serta evaluasi penempatan kerja sesuai kondisi kesehatannya setelah dinyatakan pulih.

Berita Lainnya  GOKAR dan Warga Binaan Lapas Karawang Pererat Kebersamaan Lewat Futsal Persahabatan

Ia berharap Dinas Tenaga Kerja, pengawas ketenagakerjaan, serta aparat penegak hukum dapat melakukan investigasi secara objektif dan transparan agar seluruh fakta terungkap kepada publik.

“Jangan sampai kecelakaan kerja hanya berakhir pada santunan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan penyebabnya ditemukan, siapa yang bertanggung jawab bila ada kelalaian, serta memastikan seluruh sistem K3 diperbaiki agar tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban berikutnya,” tegasnya.

Syuhada menambahkan bahwa budaya K3 harus menjadi komitmen seluruh perusahaan, terutama industri dengan risiko tinggi seperti peleburan baja.

“Keselamatan pekerja adalah investasi, bukan beban biaya. Tidak ada target produksi yang sebanding dengan hilangnya keselamatan maupun nyawa pekerja. Setiap perusahaan wajib menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam setiap proses operasional,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:

Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.

BERITA LAINNYA

spot_img

NASIONAL

Tim Ade Santi Soroti Netralitas Panitia Jelang PAW Kepala Desa Gempolsari

SUBANG | Suaraproklamasi.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Pergantian Antar...

HUT RI ke-81 di Karawang, Kajari Dedy Irwan Kembali Bacakan Pembukaan UUD 1945

KARAWANG | Suaraproklamasi.com — Suasana khidmat menyelimuti lapangan upacara...

Kejari Karawang Gelar Bakti Sosial HUT RI ke-81 Bersama 75 Lansia

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menunjukkan...

837 Narapidana Lapas Karawang Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI

KARAWANG | Suaraproklamasi.com — Semangat kemerdekaan turut dirasakan oleh...

IWO Indonesia Karawang Dorong Pembangunan Daerah Berkeadilan dan Merata

KARAWANG,JABAR | SUARA PROKLAMASI.com-— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

GOKAR Jadi Transportasi Asli Karawang di HUT RI ke-81

KARAWANG, JABAR | SUARA PROKLAMASI.com— Momentum Hari Ulang Tahun...
spot_img
- Advertisement -spot_img

TRENDING

PERISTIWA

Tim Ade Santi Soroti Netralitas Panitia Jelang PAW Kepala Desa Gempolsari

SUBANG | Suaraproklamasi.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Pergantian Antar...

HUT RI ke-81 di Karawang, Kajari Dedy Irwan Kembali Bacakan Pembukaan UUD 1945

KARAWANG | Suaraproklamasi.com — Suasana khidmat menyelimuti lapangan upacara...

Kejari Karawang Gelar Bakti Sosial HUT RI ke-81 Bersama 75 Lansia

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menunjukkan...

837 Narapidana Lapas Karawang Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI

KARAWANG | Suaraproklamasi.com — Semangat kemerdekaan turut dirasakan oleh...

IWO Indonesia Karawang Dorong Pembangunan Daerah Berkeadilan dan Merata

KARAWANG,JABAR | SUARA PROKLAMASI.com-— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

GOKAR Jadi Transportasi Asli Karawang di HUT RI ke-81

KARAWANG, JABAR | SUARA PROKLAMASI.com— Momentum Hari Ulang Tahun...

INVESTIGASI

spot_img

TOP NEWS