Karawang – Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, H. Darwis, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan Tugu Kebulatan Tekad sebagai salah satu simbol sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Menurutnya, tugu yang terletak di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu bukan sekedar monumen, melainkan saksi bisu lahirnya semangat kemerdekaan pada masa persiapan Proklamasi 1945.
“Tugu ini bukan hanya bangunan beton, tapi simbol tekad dan keberanian para pemuda serta tokoh bangsa yang mendorong percepatan kemerdekaan,” ujar H. Darwis, saat ditemui di area tugu, Minggu (26/10/2025).
Ia menjelaskan, sejarah Tugu Kebulatan Tekad tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kala itu, para pemuda seperti Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh “membawa” Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok untuk meyakinkan mereka agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu restu Jepang.
“Di tempat inilah, semangat kebulatan tekad untuk merdeka tanpa syarat benar-benar diwujudkan. Karena itu, kami terus memperjuangkan agar tugu ini dijaga dan menjadi pusat edukasi sejarah bagi generasi muda,” tambahnya.
H. Darwis juga mengungkapkan bahwa Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad saat ini aktif melakukan kegiatan sosial, edukatif, dan kebudayaan. Tujuannya, agar nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam peristiwa Rengasdengklok tidak pudar ditelan zaman.
Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut berperan menjaga kawasan tugu agar tetap layak dikunjungi wisatawan dan pelajar. “Kami ingin Tugu Kebulatan Tekad menjadi ikon sejarah nasional yang membangkitkan rasa cinta tanah air,” tegasnya.
Sebagai informasi, Tugu Kebulatan Tekad dibangun untuk memperingati peristiwa penting menjelang kemerdekaan Indonesia. Tugu ini berdiri di jalur utama Rengasdengklok dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan Karawang, yang setiap tahunnya ramai dikunjungi terutama pada momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Penulis: Alim
Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.





