Purwakarta| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk cair organik di Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, pada 21 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dalam bidang lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair organik yang ramah lingkungan dan memiliki kegunaan yang tinggi. Sosialisasi dilakukan dengan penjelasan langsung mengenai tahapan pembuatan pupuk cair organik serta contoh bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Rio Dwi Prasetyo, mahasiswa KKN UNSIKA, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini berangkat dari masih rendahnya pemahaman masyarakat Desa Taringgul Tonggoh dalam mengelola sampah organik secara sederhana.
Kepala Desa Taringgul Tonggoh, Eep Saepul Malik, menyampaikan bahwa desa masih menghadapi keterbatasan dalam sistem pengelolaan dan pembuangan sampah. “Saat ini Desa Taringgul Tonggoh masih memiliki kekurangan dalam sistem pembuangan sampah, sehingga sebagian besar limbah rumah tangga berakhir di tempat pembuangan tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, Rio menambahkan, “Banyak sampah dapur seperti kulit bawang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk cair organik. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan biaya yang terjangkau.”
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menjelaskan tahapan pembuatan pupuk cair organik menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat, yaitu larutan EM4, gula merah, air rendaman beras, serta sampah rumah tangga seperti kulit bawang. Metode pembuatan yang diperkenalkan tergolong sederhana, mudah diterapkan, dan tidak memerlukan biaya besar, sehingga dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Rakan Syidik, selaku Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN UNSIKA di Desa Taringgul Tonggoh, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Hal ini mengingat mayoritas mata pencaharian warga setempat adalah berkebun dan bertani, sehingga pupuk cair organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian.
“Selain membantu mengurangi sampah organik, pupuk cair ini juga dapat digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman secara alami,” ungkap Rakan.
Penggunaan pupuk cair organik dari limbah rumah tangga memiliki berbagai manfaat, antara lain mengurangi volume sampah organik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang berpotensi merusak tanah dalam jangka panjang.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Taringgul Tonggoh. Warga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang praktis dan dapat diterapkan secara mandiri. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNSIKA berharap dapat mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan serta mendukung pertanian ramah lingkungan di tingkat desa.
Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.





