Karawang,JABAR | SUARA PROKLAMASI.com–
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang terus memperkuat perannya sebagai lembaga pembinaan yang produktif melalui pengembangan Laskar Farm, kawasan pertanian, peternakan, dan perikanan terpadu seluas kurang lebih 2 hektare. Program unggulan ini menjadi implementasi nyata dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan warga binaan yang mandiri, terampil, dan siap kembali ke tengah masyarakat, Selasa/7/July/2026.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang, Suhada Wisastra, A.Md., CHRM, bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan kerja ke Laskar Farm dengan menggandeng komunitas transportasi online asli Karawang, GOKAR, guna melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan yang menjadi salah satu inovasi unggulan Lapas Kelas IIA Karawang.
Rombongan meninjau berbagai fasilitas yang telah dikembangkan, mulai dari lahan pertanian produktif hingga kawasan peternakan dan perikanan. Sebagian area dimanfaatkan untuk budidaya ayam kampung unggul Balitbang, peternakan domba Garut, penggemukan sapi Limousin dan sapi Blue Belgian, serta kolam budidaya ikan nila Nirwana, lele, dan patin yang dikelola secara terpadu oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas.
Di bawah kepemimpinan Ma’ruf Prasetyo Hadian, A.Md.I.P., S.H., M.H., Lapas Kelas IIA Karawang terus mengembangkan sistem pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan. Melalui Laskar Farm, para warga binaan memperoleh pelatihan teknis, pengalaman kerja, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman jiwa kewirausahaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Program ini mengusung konsep “dari pembinaan menuju kemandirian”, sehingga setiap warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Selain sebagai pusat pembinaan, Laskar Farm juga dikembangkan sebagai wahana edukasi masyarakat. Lapas Kelas IIA Karawang membuka kesempatan bagi peserta didik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, hingga berbagai lembaga untuk melakukan kunjungan edukatif dan mempelajari pengelolaan pertanian, peternakan, serta perikanan terpadu secara langsung.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, Laskar Farm juga rutin mengadakan kegiatan lomba memancing yang diikuti masyarakat umum sebagai sarana rekreasi sekaligus mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat.
Ketua IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang, Suhada Wisastra, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Kelas IIA Karawang.
“Laskar Farm menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang akan menjadi modal penting ketika mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadian, A.Md.I.P., S.H., M.H., menegaskan bahwa tujuan utama Laskar Farm adalah membentuk sumber daya manusia yang siap kembali menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat.
“Kami ingin setiap warga binaan keluar dari Lapas tidak hanya selesai menjalani pidana, tetapi juga memiliki keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, dan mental yang kuat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Laskar Farm merupakan wujud nyata pembinaan yang mengantarkan warga binaan dari proses pembinaan menuju kemandirian,” tegasnya.
Melalui pengembangan Laskar Farm, Lapas Kelas IIA Karawang membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pemidanaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan, pendidikan, dan pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kunjungan IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang bersama GOKAR diharapkan semakin memperkuat sinergi antara insan pers, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Reporter: WA Qosim
Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.





