Kamis, Juni 11, 2026
spot_img
spot_img

Genangan Tak Berujung di Bojong Tugu: Rembesan Citarum Menghantui, Pemerintah Dinilai Lamban

KARAWANG | SUARAPROKLAMASI.COM | Keluhan warga Dusun Bojong Tugu RT 02, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kembali mencuat ke permukaan. Setiap musim hujan tiba, kawasan permukiman tersebut berubah menjadi kubangan air yang tak kunjung surut. Ironisnya, persoalan ini bukan hal baru, melainkan masalah lama yang hingga kini belum mendapat solusi nyata.

Genangan air diduga kuat berasal dari dua sumber utama: rembesan air Sungai Citarum dan tingginya debit air dari belakang permukiman yang sama sekali tidak memiliki saluran pembuangan permanen. Saat curah hujan meningkat, air justru keluar dari dalam tanah, merendam rumah dan lingkungan warga tanpa arah aliran yang jelas.

- Advertisement -

“Air ini tidak mengalir sama sekali. Warga bingung harus dibuang ke mana. Berdasarkan keterangan para sesepuh, aliran air seharusnya menuju ke arah Bojong Karya, tapi sampai sekarang salurannya tidak pernah ada,” ujar perwakilan warga saat ditemui di lokasi, Selasa (20/1/2026).

Berita Lainnya  DPRD Karawang Pantau Kinerja RSUD Rengasdengklok, Dorong Pelayanan Semakin Prima

Kondisi tersebut membuat genangan bertahan lama dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Anak-anak kesulitan beraktivitas, akses lingkungan terganggu, dan risiko penyakit akibat air tergenang terus mengintai.

Warga mengaku persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejak awal, wilayah Dusun Bojong Tugu RT 02 memang tidak dibekali sistem drainase yang memadai. Berbagai upaya manual yang dilakukan masyarakat untuk membuang air kerap sia-sia. Saat hujan deras turun, tanah kembali rata, menutup aliran air yang sebelumnya dibuat secara darurat.

Kepala Dusun Bojong Tugu, Ahmad Sobari, menyebut pihaknya tidak tinggal diam. Bersama warga, RT, BPD, dan unsur masyarakat lainnya, permohonan pembangunan saluran air telah berulang kali diajukan, mulai dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi. Namun hingga kini, semua itu belum berbuah realisasi.

Berita Lainnya  GOKAR Jadi Sponsor LKS SMK Jabar 2026, Syuhada Wisastra Dorong Lahirnya Talenta Digital Muda

“Ini kebutuhan mendesak. Jangan sampai setiap musim hujan warga terus jadi korban genangan, baik dari hujan maupun rembesan air kiriman dari Citarum,” tegas Ahmad Sobari.

Di tengah minimnya respons konkret dari pemerintah, warga akhirnya bergerak dengan cara mereka sendiri. Secara swadaya, masyarakat Dusun Bojong Tugu RT 02 menggelar kerja bakti membuat saluran air darurat. Upaya gotong royong tersebut setidaknya mampu mengalirkan rembesan air, meski sifatnya hanya sementara. Aparatur desa turut turun langsung memantau kegiatan tersebut.

Ahmad Sobari mengapresiasi semangat warga. “Terima kasih kepada masyarakat yang mau bergerak bersama. Kalau bukan kita semua, siapa lagi,” ucapnya.

Berita Lainnya  241 Kantung Darah Terkumpul di Pupuk Kujang, PMI: Karawang Tak Hanya Lumbung Padi, Tapi Juga Lumbung Darah

Sementara itu, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Asih Mintarsih, menyatakan pihaknya telah menerima laporan warga dan melakukan koordinasi dengan BPD serta perangkat desa. Pemerintah desa, kata dia, berharap gotong royong warga dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan drainase permanen dari pemerintah terkait.

Namun bagi warga, harapan itu tidak cukup. Mereka menuntut langkah nyata dan percepatan realisasi pembangunan saluran air permanen. Tanpa itu, genangan akibat rembesan Sungai Citarum diyakini akan terus berulang, dan Dusun Bojong Tugu akan selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Penulis: Dedi MK

Catatan Redaksi:

Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.

BERITA LAINNYA

spot_img

NASIONAL

Pelanggan Kecewa, Hadiah Teh Pucuk Harum Ditolak Indomaret Green Village Karawang

Karawang,JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Seorang pelanggan bernama Dwi Febryan mengaku...

PT. Saiko Mezasu Sejahtera Apresiasi LKS SMK Jabar 2026 di SMKN 2 Karawang, Dorong Siswa Kuasai Bahasa Jepang

KARAWANG,JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK...

GOKAR Jadi Sponsor LKS SMK Jabar 2026, Syuhada Wisastra Dorong Lahirnya Talenta Digital Muda

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Kompetensi...

LKS SMK Jawa Barat 2026 Digelar di Karawang, SMKN 2 Jadi Lokasi Empat Bidang Lomba

KARAWANG | Suaraptoklamasi.com – SMK Negeri 2 Karawang kembali...

Karawang Kembali Sabet WTP, Pengembalian Uang Negara Dinilai Bukan Solusi Utama

KARAWANG, JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menorehkan...

GoKar Jadi Kebanggaan Pelajar Karawang, Inspirasi Generasi Muda Berkarya

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Dukungan terhadap keberadaan GoKar (Go...
spot_img
- Advertisement -spot_img

TRENDING

PERISTIWA

Pelanggan Kecewa, Hadiah Teh Pucuk Harum Ditolak Indomaret Green Village Karawang

Karawang,JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Seorang pelanggan bernama Dwi Febryan mengaku...

PT. Saiko Mezasu Sejahtera Apresiasi LKS SMK Jabar 2026 di SMKN 2 Karawang, Dorong Siswa Kuasai Bahasa Jepang

KARAWANG,JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK...

GOKAR Jadi Sponsor LKS SMK Jabar 2026, Syuhada Wisastra Dorong Lahirnya Talenta Digital Muda

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Kompetensi...

LKS SMK Jawa Barat 2026 Digelar di Karawang, SMKN 2 Jadi Lokasi Empat Bidang Lomba

KARAWANG | Suaraptoklamasi.com – SMK Negeri 2 Karawang kembali...

Karawang Kembali Sabet WTP, Pengembalian Uang Negara Dinilai Bukan Solusi Utama

KARAWANG, JABAR | SUARAPROKLAMASI.com– Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menorehkan...

GoKar Jadi Kebanggaan Pelajar Karawang, Inspirasi Generasi Muda Berkarya

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Dukungan terhadap keberadaan GoKar (Go...

INVESTIGASI

spot_img

TOP NEWS