Sabtu, September 12, 2026
spot_img
spot_img

Outsourcing Tak Bisa Sembarangan Lagi, Ini Isi Penting Permenaker 7/2026

KARAWANG — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI, resmi menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pekerjaan alih daya (outsourcing). Aturan ini menegaskan pembatasan jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja.

Kebijakan tersebut hadir sebagai respons atas dinamika ketenagakerjaan nasional, termasuk tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta aspirasi pekerja yang menginginkan kepastian status dan perlindungan kerja yang lebih adil.

- Advertisement -

Dalam ketentuan terbaru ini, Pemerintah menegaskan bahwa “outsourcing” hanya diperbolehkan untuk pekerjaan penunjang (supporting jobs), seperti layanan kebersihan, keamanan, konsumsi, transportasi pekerja, serta layanan penunjang operasional lainnya. Dengan demikian, pekerjaan inti (core jobs) perusahaan tidak lagi boleh dialihdayakan.

Selain itu, perusahaan pengguna jasa “outsourcing” diwajibkan memiliki perjanjian tertulis yang jelas dengan perusahaan penyedia tenaga kerja. Perjanjian tersebut harus memuat jenis pekerjaan, lokasi kerja, jangka waktu, jumlah tenaga kerja, hingga hak dan perlindungan pekerja.

Berita Lainnya  GOKAR Perluas Jejak di Karawang Barat, Camat Agus Somantri Buka Pintu Kolaborasi

Pemerintah juga menegaskan adanya sanksi administratif bagi perusahaan yang melanggar aturan, mulai dari teguran hingga pembatasan kegiatan usaha sesuai ketentuan perundang-undangan.

Permenaker ini menempatkan perlindungan pekerja sebagai prioritas utama, dengan tujuan menciptakan hubungan kerja yang lebih adil, transparan, dan memiliki kepastian hukum.

Sejumlah kalangan menilai, regulasi ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki praktik “outsourcing” yang selama ini kerap menuai kritik.

Mantan Praktisi HRD di Karawang yang sudah lebih dari 25 tahun menjadi HRD Manager, Syuhada Wisastra menilai aturan ini akan berdampak signifikan terhadap strategi perusahaan dalam mengelola tenaga kerja.

“Permenaker ini membuat perusahaan harus lebih selektif dalam menggunakan outsourcing. Tidak bisa lagi semua jenis pekerjaan dialihkan. Ini akan mendorong perusahaan memperkuat tenaga kerja internal,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan perlunya kesiapan perusahaan dalam melakukan penyesuaian.

“Tantangannya ada di adaptasi. Perusahaan harus menghitung ulang struktur biaya dan kebutuhan tenaga kerja agar tetap efisien,” tambahnya.

Berita Lainnya  Dari Sosialisasi ke Uji Coba, GOKAR Antar 10 Siswa SMPN 1 Karawang Timur Pulang

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI), Dr. Yosminaldi, SH, MH, menyambut baik terbitnya regulasi tersebut. “Permenaker No. 7 Tahun 2026 merupakan langkah progresif pemerintah dalam menata ulang praktik “outsourcing”, agar lebih berkeadilan, berkepastian dan memberikan masa depan yang jelas kepada Pekerja. Ini penting untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat, bahkan meningkatkan kinerja dan produktivitas,” kata Yosminaldi yang mantan Senior Manager HRD PT. EJIP tersebut.

Ia menegaskan bahwa pembatasan “outsourcing” pada pekerjaan penunjang merupakan langkah tepat.”Selama ini terjadi penyimpangan, di mana pekerjaan inti justru dialihkan. Dengan aturan ini, batasannya menjadi jelas,” tegas Dosen S1, S2 MSDM & Master Trainer PPM Jakarta ini.

Yosminaldi juga menekankan pentingnya pengawasan dalam implementasi aturan tersebut.”Regulasi sudah baik, tetapi yang lebih penting adalah pengawasan dan penegakan hukum di lapangan harus tegas dan konsisten. Semua pihak harus patuh agar tujuan perlindungan pekerja benar-benar tercapai,” ujar Yosminaldi yang juga berprofesi sebagai Advokat ini.

Berita Lainnya  SPPG di Karawang Disuspend BGN, IWOI Minta Evaluasi Tidak Hanya Soal Administrasi

Diterbitkannya Permenaker ini juga bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional, sehingga diharapkan menjadi titik awal perbaikan sistem ketenagakerjaan di Indonesia secara komprehensif.

Dengan adanya aturan baru ini, pemerintah berharap praktik “outsourcing” dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tidak lagi merugikan pekerja.

Secara garis besar, Permenaker No. 7 Tahun 2026 tidak menghapus outsourcing, namun:
1. Membatasi hanya untuk pekerjaan penunjang
2. Memperjelas mekanisme dan aturan kerja
3. Memperkuat perlindungan pekerja

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menciptakan dunia kerja yang lebih adil, produktif, dinamis & berkelanjutan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.

BERITA LAINNYA

spot_img

NASIONAL

IWOI Karawang Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

KARAWANG, SUARA PROKLAMASI.com– Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan...

Doakan 8 Korban Hilang, IWOI Karawang Gelar Renungan dan Nyalakan Lilin

KARAWANG  | Suaraproklamasi.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam...

Pekerja Keras Demi Anak, Michael Lendo Driver GOKAR Apresiasi Warung Ojol Polresta Karawang

KARAWANG, SUARA PROKLAMASI.com— Kehadiran Warung Ojol Polresta Karawang dinilai...

Kisah Michael Lendo, Driver GOKAR yang Rela Menyusuri Karawang Demi Keluarga dan Anak Tercinta

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kehadiran Warung Ojol Polresta Karawang...

Dua Warga Karawang Laporkan NA ke Polisi, Ketum IWO Indonesia Turun Jadi Kuasa Hukum

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kasus dugaan penipuan dengan modus...

Urban Culture Vol. 2 Karawang Digelar, Omzet UMKM Tembus Rp1,16 Miliar

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang...
spot_img
- Advertisement -spot_img

TRENDING

PERISTIWA

IWOI Karawang Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

KARAWANG, SUARA PROKLAMASI.com– Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan...

Doakan 8 Korban Hilang, IWOI Karawang Gelar Renungan dan Nyalakan Lilin

KARAWANG  | Suaraproklamasi.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam...

Pekerja Keras Demi Anak, Michael Lendo Driver GOKAR Apresiasi Warung Ojol Polresta Karawang

KARAWANG, SUARA PROKLAMASI.com— Kehadiran Warung Ojol Polresta Karawang dinilai...

Kisah Michael Lendo, Driver GOKAR yang Rela Menyusuri Karawang Demi Keluarga dan Anak Tercinta

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kehadiran Warung Ojol Polresta Karawang...

Dua Warga Karawang Laporkan NA ke Polisi, Ketum IWO Indonesia Turun Jadi Kuasa Hukum

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Kasus dugaan penipuan dengan modus...

Urban Culture Vol. 2 Karawang Digelar, Omzet UMKM Tembus Rp1,16 Miliar

KARAWANG | Suaraproklamasi.com – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang...

INVESTIGASI

spot_img

TOP NEWS