KARAWANG,JABAR | SUARA PROKLAMASI.com– Dugaan penyalahgunaan kebijakan Work From Home (WFH) kembali mencoreng citra Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang. Seorang ASN Eselon IV dikabarkan nekat memanfaatkan kebijakan tersebut untuk pergi berlibur ke luar kota tanpa izin cuti resmi.
Informasi yang beredar di kalangan ASN menyebutkan, oknum ASN perempuan tersebut diketahui berada di Klaten saat jam kerja berlangsung. Ironisnya lagi, yang bersangkutan juga tidak hadir dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Plaza Pemkab Karawang pada Senin (1/6/2026), sebuah agenda resmi yang seharusnya diikuti para ASN.
Praktisi hukum dan pengamat kebijakan publik, Asep Agustian, SH., MH., angkat bicara terkait persoalan tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Askun itu, tindakan ASN tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kedisiplinan dan etika aparatur negara.
“Saya mengapresiasi langkah Wakil Bupati dan Sekda yang melakukan sidak untuk memastikan disiplin ASN di tengah kebijakan WFH. Namun kalau hanya dipotong TPP, saya rasa itu belum cukup memberikan efek jera,” ujar Askun, Selasa (2/6/2026).
Askun menilai, sanksi administratif berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terlalu ringan. Apalagi, menurutnya, oknum ASN tersebut disebut-sebut sudah beberapa kali menimbulkan persoalan di lingkungan birokrasi Pemkab Karawang.
Ia pun mendesak Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, agar tidak setengah hati dalam menegakkan disiplin ASN. Menurutnya, evaluasi total hingga mutasi jabatan perlu dilakukan agar menjadi pelajaran bagi ASN lainnya.
“Sekda mana taringmu? Kalau hanya pemotongan TPP, publik bisa bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Kalau perlu mutasi saja jadi Sekel, supaya ada pembelajaran,” tegasnya.
Tak hanya itu, Askun juga mempertanyakan peran kepala dinas yang membawahi ASN tersebut. Ia menilai pembinaan terhadap bawahan seharusnya dilakukan secara serius agar tidak muncul ASN yang merasa kebal aturan.
“Jangan sampai pimpinan kalah tegas dengan bawahan. Ini baru Eselon IV tapi sudah bikin gaduh di lingkungan ASN,” sindirnya.
Di akhir pernyataannya, Askun meminta seluruh ASN Pemkab Karawang untuk bekerja profesional serta menjaga marwah institusi pemerintahan. Menurutnya, semangat pembangunan yang terus digaungkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, harus didukung penuh oleh seluruh aparatur.
“Bupati siang malam bekerja untuk Karawang Maju. ASN juga harus punya etika kerja dan tanggung jawab. Jangan sampai kebijakan WFH malah dijadikan kesempatan untuk jalan-jalan,” pungkasnya.
Pewarta : WA Qosim
Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.





